Dua Mantan Bek yang Gemar Menyerang di Final Liga Champions - Politic Nusantara

Breaking

Latest News

Post Top Ad

Jumat, 31 Mei 2019

Dua Mantan Bek yang Gemar Menyerang di Final Liga Champions

Dua Mantan Bek yang Gemar Menyerang di Final Liga Champions
Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp akan bertemu di final Liga Champions. (Reuters / John Sibley)

Inggris
, Politiknusantara.com - 
Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino dan manajer Liverpool Juergen Klopp memiliki dasar dan pengalaman sebagai pemain bertahan.

Tottenham dan Liverpool sama-sama menganut paham sepak bola menyerang yang digerakkan oleh mantan bek. Pochettino merupakan salah satu bek top Argentina yang pernah mencicipi Piala Dunia bersama Tim Tango, sementara Klopp adalah striker yang kemudian berubah posisi sebagai bek dan besar di klub Mainz.

Pochettino dan Klopp dipertemukan dalam kompetisi Liga Inggris. Sudah sembilan kali kedua pelatih ini bertemu dalam tajuk laga Tottenham vs Liverpool.

Dari pertemuan tersebut, anak asuh Pochettino menang satu kali dan skuat arahan Klopp menang empat kali sementara empat laga lain berakhir imbang.

Pertemuan Liverpool dan Tottenham Hotspur yang melibatkan Juergen Klopp dan Mauricio Pochettino sudah berlangsung sebanyak sembilan kali. (Action Images via Reuters/Paul Childs)

Hasil seri antara Pochettino dan Klopp menjadi hasil akhir tiga laga awal. Setelah itu Liverpool lebih sering meraih kemenangan, termasuk dalam dua laga terakhir yang berakhir dengan skor 2-1.

Pochettino dan Klopp sama-sama menganut sepak bola menyerang dengan menekan lawan. The Lilywhites dan The Reds kerap memperlihatkan permainan yang mengalirkan bola dari belakang ke depan secara bertahap dengan tujuan akhir menghujani kotak penalti lawan dengan peluang-peluang.

Tidak berbeda dengan Klopp dan Liverpool, Pochettino dan Tottenham juga bergerak cepat mengepung lawan ketika dalam keadaan kehilangan bola sehingga membuat pergerakan lawan terganjal.

Gegenpressing yang identik dengan Klopp juga dipraktikkan Pochettino untuk kembali menguasai bola. Dengan demikian pertandingan Tottenham dan Liverpool akan berjalan dengan mengandalkan organisasi tim serta membutuhkan stamina prima.

Karier kepelatihan Klopp yang lebih lama membuat pria yang memiliki ciri khas meledak-ledak itu memiliki catatan keberhasilan yang lebih banyak ketimbang Pochettino.

Selain gelar yang lebih banyak, Klopp juga memiliki pengalaman lebih dibanding Pochettino di ajang Liga Champions. Selain membawa Liverpool menjadi runner up musim lalu, Klopp juga hampir mempersembahkan gelar juara untuk Borussia Dortmund pada musim 2012/2013. (Cnn/nva/jun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar